Semula saya berpikir bhw sooner or later semua muslim akan menyadari bhw ia akan meninggalkan dunia fana ini, shg ia harus mempelajari dan mengamalkan ilmu agama.
Namun bbrp hari yg lalu, saya melihat di IGLive seorg ibu/nenek muslimah, yg menyatakan bhw agamanya hanya utk identitas di KTP, bhw dia pernah mempelajari (bahkan mengamalkan) semua agama, hingga ia bisa MENYIMPULKAN BHW SEMUA AGAMA ITU SAMA, yaitu sama2 mengajarkan kasih sayang, kedamaian, kebahagiaan.
Ia secara tegas menyatakan ketidaksetujuannya dgn ajaran Islam bhw seorg anak perempuan muslimah, saat menikah, harus diwakili oleh ayah kandungnya (saat itu ia merespon pertanyaan dr anak yg ayahnya tdk pernah merawatnya). Juga bahwa selama anak keturunannya sdh mandiri, ia akan membebaskan mereka utk memilih agama dan orientasi seksualnya, juga bila mrk ingin memiliki keturunan atau tidak.
Ia juga menyatakan bhw dirinya berbeda pandangan dgn Almh. ibunya yg mengikuti mazhab bhw bila keluarga mereka ingin bertemu kembali di surga, maka mereka sekeluarga hrs semazhab. Menurutnya, kebaikan lah yg akan membawa mrk bertemu di surga, bukan krn aqidah. Dan ia menyatakannya dgn rasa bangga, tanpa penyesalan.
Dan yg lbh miris, sharing ini di-like oleh banyak orang. Mrk kagum krn beliau memiliki pemikiran yg anti-mainstream utk orang2 seusianya.
Tayangan ini membuat saya berpikir ulang ttg pemikiran saya: bhw ternyata blm tentu seorg muslim akan 'insyaf' di hari tuanya. Dan betapa bersyukurnya bila kita sudah diberi hidayah oleh-Nya shg sempat mempelajari dan mengamalkan ilmu agama, sblm kita berpulang. Dan mari kita prioritaskan utk mempelajari ilmu Tauhid, agar kita lbh mengenal Allah SWT, Rasulullah SAW dan agama Islam.
Bila ada anggota klg kita yg memiliki sikap serupa dgn beliau, mungkin kita akan kesulitan utk 'merangkul'nya. Namun kita dapat meminta bantuan dari-Nya, Maha Pembolak-balik Hati, agar anggota klg kita tsb mendapat hidayah shg sempat kembali ke jalan yg lurus.

Komentar
Posting Komentar