MENJAUHI PERKARA SYUBHAT
Sumber gambar: IG Jejak Shahabat
- 3 model perkara:
* yg jelas halalnya: makanan/minuman2 halal, akad2 halal (jual beli, nikah)
* yg jelas haramnya:
$ makanan/minuman seperti: babi, anjing, bangkai yg disembelih tanpa nama Allah
$ akad2 seperti: riba, nikah mut’ah, jual beli barang tdk jelas
* yg rancu/tdk jelas statusnya:
$ makanan/minuman: kuda, kura2, buaya, ular laut
$ akad: sewa menyewa yg ujungnya jd jual beli, transaksi dimana dibelikan dulu baru kmdn dijual dgn harga lbh tinggi
Sebab2 terjadinya syubhat:
* yg kembali pd dalil2:
$ penjelasan dr dalil tsb kurang tersebar, akhirnya yg tahu hanya sebagian org. Misal: musik itu haram
$ dlm 1 permasalahan tdp 2 dalil yg mengharamkan dan menghalalkan. Maka hrs ditempuh metode pentarjihan (mana yg lbh kuat)
$ persoalan yg tdk ada nash (dalil yg tegas), shg hukum diambil scr qias, mafhum, dll. Para ulama jd berselisih dlm hal ini. Misal: qunut Subuh, sholat Tahiyatul Masjid di waktu bada Ashar
* yg kembali pd kondisi kenyataan yg terjadi
$ perkataan seseorang yg tdk jelas hukumnya
Misal: saat seseorg berkata ke istrinya, “Kamu haram bagi saya”, ada kemungkinan2: dzihar, talak 1, talak 3, atau ada maksud lain; shg status istrinya menjadi syubhat
$ pekerjaan yg tdk murni halal. Misal: seseorg yg bekerja di toko yg menjual khamr, seseorg yg bekerja sbg notaris yg membuat akad riba
$ undangan makan dr org yg tdk jelas penghasilannya. Misal: makanan dr org yg kerja di bank konvensional dan punya supermarket jg
$ barang yg tdk jelas pemiliknya
- Sikap thd perkara2 syubhat:
* bila kita tahu hukumnya dgn jelas, maka kerjakan berdasarkan ilmu kita. Misal: sholat jamaah secara berjarak di masa pandemi
* bila kita tdk tahu hukumnya, maka sunnahnya adlh meninggalkan syubhat tsb.
Dalil: “Siapa yg meninggalkan syubhat, maka dia telah menyelamatkan agama dan harga dirinya”.
Krn jika ia kerjakan, “maka dia akan terjerumus dlm perkara yg haram” (krn terbiasa syubhat, maka lama2 terjerumus ke haram ATAU krn terus menerjang syubhat, pasti diantara syubhat2 tsb ada yg haram) “spt penggembala yg menggembala di sekitar daerah terlarang”
“Siapa yg bertakwa meninggalkan syubhat, maka yg haram lebih mudah ia tinggalkan”.
Agar lbh mudah meninggalkan syubhat, maka perbaiki qalbu/hati kita. Kalau kita sering meninggalkan syubhat, akan semakin membersihkan hati kita jg
Komentar
Posting Komentar